Luka bakar adalah cedera kulit yang disebabkan oleh panas, biasanya akibat kontak dengan permukaan panas. Kerusakan akibat luka bakar dapat merusak lapisan kulit jaringan epidermis, dermis dan hypodermis. Luka bakar menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh yang dapat melibatkan jaringan ikat, otot, kulit saraf dan robeknya pembuluh darah yang akan mengganggu hemostatis tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi efektif ekstrak etanol tulang ikan cakalang (K. pelamis) pada efek pitelialisasi tikus yang diinduksi luka bakar. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok negatif (KN) diberi aquades, kelompok positif (K+) diberi NaCl0,9%, kelompok perlakuan (K1), (K2), dan (K3) diberi ekstrak etanol tulang ikan cakalang (K. pelamis) dengan konsentrasi 40%, 60% dan 80%. Perlakuan luka bakar pada dorsal tikus menggunakan besi plat ukuran 2 mm pada yang dipanasi suhu 60° dan ditempelkan selama 30 detik di punggung tikus. Terapi tersebut diberikan dua kali sehari selama 14 hari. Pengukuran luas luka adalah dilakukan setiap hari. Pengumpulan data dilakukan secara statistik dengan menggunakan Anova Satu Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok kontrol positif tidak signifikan berbeda dengan kelompok ekstrak yang diberikan dengan konsentrasi 40% dan 60%, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa etanol ekstrak daun gulma siam berpengaruh dalam mempercepat proses penyembuhan luka pada tikus yang diinduksi luka bakar dengan cara yang efektif konsentrasi 80%.
Copyrights © 2025