Penelitian terdahulu terkait media framing pada kasus pembunuhan menonjolkan berbagai objek seperti korban, pelaku, alat yang digunakan, latar belakang, atapun hal lain diluar kasus. Akan tetapi belum ada yang menganalisa bagaimana media melakukan framing suatu kasus dengan cara yang berbeda. Sehingga artikel ini akan menganalisis framing pemberitaan tentang pembunuhan seorang siswa SMK oleh polisi di Semarang yang dimuat di Mediaindonesia.com dan Okezone.com dan mengaitkannya konsep kepemilikan media untuk memahami bagaimana framing dilakukan oleh kedua media tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penekanan pada analisis struktur teks berita yang dipublikasikan pada hari yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mediaindonesia.com membingkai korban sebagai pelaku tawuran, yang menciptakan kesan negatif terhadap korban. Sebaliknya, Okezone.com menonjolkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus ini, yang memberikan kesan positif terhadap institusi kepolisian. Kedua media ini melakukan framing dengan cara yang berbeda, akan tetapi dilihat dari dampaknya sama-sama membuat persepsi publik terhadap polisi menjadi positif. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua media belum sepenuhnya independen dalam menyajikan pemberitaan dan masih dipengaruhi oleh kepentingan pemilik media.
Copyrights © 2025