Refdi, Fiphan Septian
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FRAMING DAN KEPEMILIKAN MEDIA DALAM PEMBERITAAN KASUS PEMBUNUHAN SISWA SMK OLEH POLISI: STUDI KOMPARATIF MEDIAINDONESIA.COM DAN OKEZONE.COM Refdi, Fiphan Septian
Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jrmdk.v7i1.35730

Abstract

Penelitian terdahulu terkait media framing pada kasus pembunuhan menonjolkan berbagai objek seperti korban, pelaku, alat yang digunakan, latar belakang, atapun hal lain diluar kasus. Akan tetapi belum ada yang menganalisa bagaimana media melakukan framing suatu kasus dengan cara yang berbeda. Sehingga artikel ini akan menganalisis framing pemberitaan tentang pembunuhan seorang siswa SMK oleh polisi di Semarang yang dimuat di Mediaindonesia.com dan Okezone.com dan mengaitkannya konsep kepemilikan media untuk memahami bagaimana framing dilakukan oleh kedua media tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penekanan pada analisis struktur teks berita yang dipublikasikan pada hari yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mediaindonesia.com membingkai korban sebagai pelaku tawuran, yang menciptakan kesan negatif terhadap korban. Sebaliknya, Okezone.com menonjolkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus ini, yang memberikan kesan positif terhadap institusi kepolisian. Kedua media ini melakukan framing dengan cara yang berbeda, akan tetapi dilihat dari dampaknya sama-sama membuat persepsi publik terhadap polisi menjadi positif. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua media belum sepenuhnya independen dalam menyajikan pemberitaan dan masih dipengaruhi oleh kepentingan pemilik media. 
Wacana Media Kumparan atas Pembebasan Lahan Tol Solo–Jogja Refdi, Fiphan Septian; Setyaningrum , Aisyah Herlita
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 17 No. 2 (2025): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v17i2.10838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media membentuk wacana pembangunan melalui pemberitaan pembebasan lahan proyek jalan tol Solo–Jogja di platform Kumparan. Menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough, penelitian ini menganalisis 16 artikel berita dari fase perencanaan hingga pelaksanaan proyek. Hasil temuan menunjukkan bahwa media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memproduksi realitas sosial melalui pilihan kata, struktur kalimat, dan penempatan aktor dalam narasi. Kumparan cenderung menampilkan proyek infrastruktur dalam bingkai positif, menonjolkan kemajuan ekonomi dan efisiensi negara, sambil mereduksi konflik sosial dan suara masyarakat terdampak. Istilah seperti “ganti untung” dan “miliarder dadakan” digunakan untuk menciptakan kesan bahwa pembangunan membawa keuntungan, meskipun dalam realitasnya terdapat ketimpangan dan kerugian yang dialami warga. Sementara itu, figur seperti Sri Sultan HB X ditampilkan sebagai otoritas yang rasional dan bijak, memperkuat posisi elite dalam wacana publik. Kepemilikan Kumparan oleh konglomerasi digital memperkuat kecenderungan pro-pembangunan dan memperlihatkan bagaimana struktur ekonomi-politik media memengaruhi arah narasi. Penelitian ini menegaskan bahwa media merupakan aktor ideologis yang berperan dalam memperkuat relasi kuasa dan melegitimasi proyek pembangunan, sehingga diperlukan pembacaan kritis atas wacana media dan pentingnya representasi yang lebih adil terhadap masyarakat terdampak. Land acquisition for toll road development projects often generates social conflict, unequal compensation, and marginalization of affected communities, yet mainstream media frequently frame these issues as natural and beneficial. This study analyzes Kumparan’s coverage of the land acquisition for the Solo–Jogja toll road using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis. The data consist of 16 news articles, representing all Kumparan publications related to this land acquisition issue in two main phases planning (2019–2020) and implementation (2022–2024) examined across the dimensions of text, discourse practice, and social practice. The findings reveal that Kumparan does not merely convey information but also reproduces power structures through agenda setting mechanisms and media capitalism practices. Development is represented as progressive and unquestionable, while the voices of affected communities are marginalized and social conflicts are concealed behind the rhetoric of economic growth. In this way, the media function as ideological agents that reinforce development hegemony and serve dominant interests. This study contributes by demonstrating how agenda setting and media capitalism shape digital development discourse in Indonesia, complementing previous research on agrarian conflicts by highlighting the interconnection between media ownership, discursive practices, and the reproduction of development ideology, while also opening avenues for further inquiry into discursive resistance from local actors and alternative media.