Keputihan merupakan salah satu tanda gejala masalah kesehatan reproduksi wanita. Keputihan merupakan cairan yang keluar dari alat genitalia bukan darah dan bukan penyakit akan tetapi manifestasi dari hampir semua penyakit kandungan. Tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kejadian keputihan pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 138 responden. Penelitian ini menggunakan Teknik Proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menggunakan Chi Square didapatkan stress (p value 0,043), personal hygiene (p value 0,018), aktivitas fisik (p value 0,027), air kotor (p value 0,023), panty liner (p value 0,014), pola tidur (p value 0,026), tingkat pengetahuan (p value 0,041), sikap (p value 0,011), usia (p value 0,040), perilaku (p value 0,038), sabun pembersih kewanitaan (p value 0,036). Analisa multivariat menggunakan regresi logistic ganda didapatkan pola tidur dengan nilai OR = 35,353 (CI 95% = 7,14-174,87). Hasil uji statistic menggunakan chi square p value < 0,05 diperoleh dengan hasil semua variabel independent yaitu p value < 0,05 maka dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya ada hubungan antara stress, personal hygiene, aktivitas fisik, air kotor, penggunaan panty liner berkesinambungan, pola tidur, tingkat pengetahuan, sikap, usia, perilaku dan penggunaan sabun pembersih kewanitaan terhadap kejadian keputihan. Unutk Analisa multivariat didapatkan pola tidur merupakan variabel yang paling berperan terhadap kejadian keputihan 35 kali dibandingkan dengan variabel lain.
Copyrights © 2025