Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari pada akhir abad 19 dan awal abad 20, dikenal oleh pemerintahan kolonial selain Pesantren sekaligus desa Perdikan juga memiliki tradisi pembuatan kertas Jawa. Kertas yang dihasilkan dari Pesantren ini dinamakan kertas gendhong atau kertas gendhong. Tradisi pembuatan ini masih bertahan lama di Tegalsari meskipun di beberapa tempat sudah punah seperti di Madura dan Garut. Seiring meredupnya Pondok Pesantren Tegalsari tradisi pembuatan kertas gendhong juga mulai memudar. Berdasarkan uraian latar belakang maka pertanyaan penelitian diarahkan pada bagaimana eksistensi kertas gendhong sebagai warisan budaya lokal yang berorientasi pada tradisi Pesantren Tegalsari. Penelitian ini berupaya untuk menggali kembali proses pembuatan kertas tradisional gendhong. Penelitian ini sebagai usaha untuk menjaga keberadaan budaya, meliputi sistem pengetahuan serta teknologi tradisional pembuatan kertas gendhong.
Copyrights © 2024