Penelitian ini berlatar belakang dari adanya suatu permasalahan di sebuah lembaga pendidikan. Permasalahan dimaksud adalah belum efektifnya peran kepala sekolah, dan guru sehingga belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan belajar para siswanya. Penelitian ini dilakukan dengan maksud dan tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai ada apa tidak adanya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di lembaga pendidikan tersebut di atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada sampel yang berjumlah 37 orang. Analisis data yang digunakan adalah dengan cara pengolahan angket, menentukan koefisien korelasi, menentukan ramalan ada atau tidak adanya korelasi, kategorisasi data, uji keabsahan serta menafsirkan dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa :Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 44,1 %.Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 24,1%. Dan pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1), dan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru ( Y ) sebesar 68,2 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi.
Copyrights © 2024