Fibrilasi Atrium (FA) merupakan gangguan irama jantung yang meningkatkan risiko tromboemboli, termasuk stroke. Penelitian ini membandingkan efektivitas, keamanan, dan farmakoekonomi antara Warfarin dan Direct Oral Anticoagulants (DOACs), khususnya Rivaroxaban, dalam pengelolaan risiko tromboemboli pada pasien FA. Berdasarkan analisis dari tiga jurnal utama, DOACs lebih efektif dalam mengurangi stroke dan embolus sistemik serta perdarahan intrakranial dibandingkan Warfarin. Meskipun DOACs lebih mahal, mereka lebih hemat biaya dalam jangka panjang karena tidak memerlukan pemantauan rutin INR dan mengurangi biaya terkait komplikasi serius. Rivaroxaban menunjukkan profil keamanan yang lebih baik, terutama pada pasien dengan obesitas, penyakit ginjal kronis, dan polifarmasi, serta memiliki risiko perdarahan mayor yang lebih rendah. Meskipun ada peningkatan risiko perdarahan gastrointestinal, keuntungan dalam kemudahan penggunaan menjadikan DOACs, terutama Rivaroxaban, pilihan yang lebih baik dalam pengelolaan fibrilasi atrium.
Copyrights © 2025