Artikel ini membandingkan konsep Sunat menurut teks Perjanjian Lama dan gagasan Sunat menurut teks Perjanjian Baru. Dalam hal ini akan dibandingkan konsep sunat pada kedua teks yang ada, kemudian memberikan pemahaman mengenai implikasi sunat dalam kehidupan umat Kristiani masa kini. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif serta studi literatur. Kemudian, penulis menemukan bahwa sunat mempunyai arti 2 hal, yaitu “sunat luar” dan “sunat dalam”. Dalam hal ini yang dimaksud dengan “sunat luar” adalah sunat yang menekankan praktek sunat secara harafiah, yaitu memotong kulup laki-laki. Kemudian, “Sunat Batin” adalah sunat yang menekankan pada “penyunatan hati”, yakni memotong kulup jantung. Dalam hal ini yang dimaksud dengan “sunat hati” adalah meninggalkan kehidupan lama dengan perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan menuju kehidupan baru dengan perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Melalui hal tersebut, sunat mempunyai makna yang sangat mendalam bagi kehidupan umat Kristiani saat ini, agar mereka dapat menatap kehidupannya ke arah pertobatan yang sejati.
Copyrights © 2025