Syair Sultan Syarif adalah naskah Melayu klasik yang menceritakan penyamaran Siti Zuhrah menjadi laki-laki hingga memiliki kekuasaan sebagai raja. Penelitian bertujuan mengungkap perubahan identitas dan peran gender dalam penyamaran Siti Zuhrah dan kaitannya dengan konstruksi gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tekstologi dan feminisme. Hasil analisis menunjukkan bahwa konstruksi gender yang terdapat dalam cerita berpengaruh terhadap perubahan identitas dan peran gender Siti Zuhrah. Konstruksi gender dalam cerita ini didominasi oleh ideologi patriarki. Akan tetapi, penyamaran Siti Zuhrah sebagai Sultan Syarif Istur berhasil menunjukkan kemampuan sebagai pemimpin yang ideal, meningkatkan ekonomi negara, dan menjaga hubungan sosial. Hal itu menunjukkan bahwa perempuan berpotensi sebagai pemimpin. Kemampuan memimpin tersebut terhalang akibat konstruksi gender mengenai peran raja.
Copyrights © 2025