Degradasi gender terepresentasi dalam lagu “Ceritana Jandae na Ladores” yang tampak pada tiga gejala. (1) Objektifikasi tubuh perempuan dan pelecehan simbolik. (2) Kekerasan verbal terhadap perempuan Janda. (3) Penguatan stereotip gender dan pembatasan peran domestik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sastra lisan lagu “Ceritana Jandae na Ladores” karya Kelompok Kecapi Empat Sekawan memperkuat konotasi negatif terhadap eksistensi perempuan. Penelitian lapangan ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan teori pascakolonial untuk menyoroti realitas sosial kemasyarakatan. Perempuan yang bertindak menyimpang dari norma cenderung diposisikan dan diperlakukan secara kurang layak. Teori pascakolonial mempertegas bahwa realitas yang terjadi hingga hari ini menyimpan dampak jangka panjang dari kolonialisme. Kelompok Kecapi Empat Sekawan cenderung mengurangi dimensi kesakralan kecapi tradisional dan membentuk hegemoni baru dengan menciptakan moralitas alternatif yang dinormalisasi.
Copyrights © 2025