Penelitian ini mengkaji pemali dalam konteks budaya Betawi sebagai simbol yang memiliki makna kultural dan sosial yang mendalam, serta mencerminkan norma-norma sosial yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, seperti kesopanan, keharmonisan, dan penghormatan terhadap tradisi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pamali dan identitas budaya dalam perspektif filsafat bahasa dalam Masyarakat Betawi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengadopsi pendekatan hermeneutika, linguistik fungsional, dan semiotika. Data penelitian ini yaitu tuturan mengenai pamali masyarakat Betawi. Sumber data yaitu dua informan yang merupakan penduduk asli suku Betawi di Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam secara langsung untuk mendapatkan informasi yang relevan mengenai mitos dan pantangan yang ada dalam masyarakat Betawi, kemudian data dicatat dalam format naratif. Teknik analisis data menggunakan metode agih, yang mencakup langkah-langkah seperti wawancara, pencatatan, penyaringan data, serta penyajian data dalam berbagai format. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemali tidak hanya berfungsi sebagai larangan, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang mengingatkan individu akan dampak dari tindakan sehari-hari terhadap nasib dan kesejahteraan komunitas. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pelestarian pemali dan nilai-nilai budaya di tengah tantangan globalisasi serta mendorong generasi muda untuk lebih menghargai warisan budaya mereka. Kata kunci: identitas budaya, pemali, budaya betawi
Copyrights © 2025