Pada tingkat sekolah dasar, keterampilan membaca yang baik sangat penting, namun banyak siswa menghadapi kesulitan seperti lemah dalam kemampuan fonemik, kesulitan mengenali huruf dan kata, serta rendahnya motivasi dan minat terhadap membaca. Hal ini diperburuk oleh penurunan rasa percaya diri siswa, keterbatasan buku bacaan yang menarik, dan minimnya dukungan orang tua dalam kegiatan membaca di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan internal dan eksternal dalam pengembangan keterampilan membaca, mengkaji dampak dari tantangan tersebut, serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara dengan guru, siswa, dan orang tua. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan internal, seperti rendahnya motivasi membaca dan kesulitan mengenali kata, serta tantangan eksternal, seperti keterbatasan fasilitas bacaan dan kurangnya dukungan orang tua, memengaruhi perkembangan keterampilan membaca siswa. Dampaknya terlihat pada rendahnya pemahaman teks, lambatnya penyelesaian tugas, dan penurunan rasa percaya diri siswa. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa penyediaan bahan bacaan yang sesuai dengan minat siswa serta peningkatan pendampingan dari guru dan orang tua. Simpulan penelitian ini antangan internal dan eksternal menghambat keterampilan membaca siswa, yang memerlukan intervensi dalam bahan bacaan dan pendampingan. Kata Kunci: Tantangan, Keterampilan Membaca, Sekolah Dasar.
Copyrights © 2025