Dalam era disrupsi digital, kepemimpinan dalam pendidikan tinggi dituntut untuk lebih adaptif dan kolaboratif guna menghadapi perubahan yang dinamis. Penelitian ini menganalisis penerapan smart leadership dalam membangun perilaku organisasi yang adaptif dan kolaboratif di STISIPOL Yaleka Maro Merauke, dengan mempertimbangkan keterbatasan infrastruktur digital serta kebutuhan akan model kepemimpinan yang inklusif dan berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggali perspektif pimpinan institusi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya digitalisasi sudah ada, tetapi implementasinya masih terbatas akibat infrastruktur yang kurang memadai serta rendahnya literasi digital. Kepemimpinan masih bergantung pada inisiatif individu dan belum berbasis sistem yang berkelanjutan. Kolaborasi internal telah berjalan, namun keterlibatan pihak eksternal masih perlu diperkuat. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan strategi peningkatan kapasitas kepemimpinan, penguatan infrastruktur digital, serta pengembangan budaya organisasi yang lebih inovatif. Studi ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang smart leadership dalam pendidikan tinggi di daerah terpencil serta menawarkan rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan di era digital.
Copyrights © 2024