Kesehatan jiwa merupakan aspek penting yang sering kali kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor demografis (usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan) dengan gejala psikologis menggunakan data SRQ (Self-Reporting Questionnaire) di masyarakat desa. Metode dalam penelitian ini dengan desain crossectional , sampel yang digunakan yaitu total sampling atau seluruh data yang terekap dalam rekap data SRQ sebanyak 215 data responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara usia (p-value 0.891) dan jenis kelamin (p-value 0.802) dengan gejala psikologis. Namun, tingkat pendidikan menunjukkan hubungan signifikan (p-value 0.036), Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa usia dan jenis kelamin tidak memiliki hubungan signifikan dengan gejala psikologis, sedangkan pada variabel tingkat pendidikan, hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan gejala psikologis. Penelitian ini menyarankan pentingnya peningkatan akses pendidikan di daerah dengan tingkat pendidikan rendah untuk mendukung kesehatan mental masyarakat. Selain itu, dukungan sosial dan kebijakan yang memperhatikan faktor-faktor demografis diharapkan dapat membantu mengurangi prevalensi gangguan psikologis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi pengaruh status ekonomi, kondisi keluarga, dan akses ke layanan kesehatan mental terhadap gejala psikologis di masyarakat.
Copyrights © 2025