Keanekaragaman hayati Indonesia sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan bangsa. Pola kehidupan masyarakat dunia saat ini cenderung kembali ke alam termasuk di bidang obat-obatan memiliki beberapa kelebihan yaitu tidak ada efek samping bila digunakan secara benar dan penggunaannya tidak perlu bantuan tenaga medis. Kaembu-embu (Blumea balsamifera) adalah sala satu jenis tanaman perdu yang terdapat dihutan rakyat pulau Muna, Sulawesi Tenggara yang memiliki banyak kelebihan yakni dapat digunakan sebagai salah satu obat dalam menangkal antibakteri pada tubuh manusia. Tujuan penelitian ini yakni mengaplikasikan dilingkungan masyarakat bahwa senyawa kimia dan kadar Flavonoid daun Kaembu-embu memiliki potensi sebagai bahan dasar obat- obatan serta aktivitas antibakteri daun kaembu-embu dapat dikembangkan sebagai bahan yang berfungsi sebagai antiseptic dan sebagainya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni metode maserasi, Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi larutan maka semakin tinggi absorbansi yang diperoleh .Berdasarkan data penelitian kandungan kadar flavonoid yang diperoleh pada daun Kaembu-embu yakni 5.5802 mgQE/g serta aktifitas penghambatan antibakteri daun Kaembu-embu berada pada rentang kuat yakni 16 mm.
Copyrights © 2025