Perubahan iklim diyakini telah berdampak terhadap aspek lingkungan, sosial dan ekonomi warga masyarakat, khsusunya petani. Meski pertanian diandalkan dalam konteks ketahanan pangan nasional, namun perubahan iklim mengancam keberlanjutan produksi pangan, khususnya padi. Oleh karen itu diperlukan strategi adaptasi yang spesifik lokal dan diterima oleh petani untuk kemudian diterapkan dalam praktik budidaya padi. Penggalian persepsi petani menjadi langkah awal memahami pola pikir petani terhadap perubahan iklim. Penelitian ini mengkaji persepsi petani terkait dampak perubahan iklim dan bagaimana strategi adaptasi yang telah diterapkan. Penelitian menggunakan metode survei terhadap 80 petani di sentra padi Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Hasil penelitian menemukan bahwa petani di wilayah tersebut menyadari adanya peningkatan suhu yang mempengaruhi pola budidaya tanaman padi. Sebanyak 60% dari mereka menjadikan berkurangnya penutupan lahan sebagai penyebab kenaikan suhu. Petani juga meyakini adanya perubahan pola curah hujan yang tidak jelas apakah curah hujan semakin tinggi atau semamin rendah sebagai “faktor alam” sehingga sulit diprediksi. Strategi adaptasi telah dilakukan sebagian besar petani, khususnya dalam aspek pengelolaan irigasi, penyesuaian benih dan pergeseran awal masa tanam. Kapasitas petani dalam menerapkan adaptasi perubahan iklim sangat dipengaruhi oleh kesuburan tanah dan akses petani terhadap kredit, tingkat pendidikan dan akses terhadap penyuluhan.
Copyrights © 2025