Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran apoteker dalam pengembangan kompetensi karyawan di Apotek Cardinal, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan informan yang terdiri dari seorang apoteker dan seorang karyawan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apoteker memiliki peran signifikan dalam meningkatkan disiplin kerja karyawan dengan memberikan contoh kedisiplinan melalui ketepatan waktu dan pemberian insentif bonus. Kepatuhan terhadap standar operating procedure sangat dijaga, mencakup aspek penting seperti keaslian resep dan informasi obat kepada pasien. Selain itu, fleksibilitas dalam pendidikan karyawan juga diterapkan, memungkinkan karyawan yang melanjutkan pendidikan untuk tetap bekerja selama tidak mengganggu kegiatan kerja. Kesimpulan penelitian ini mengungkapkan bahwa praktik-praktik manajemen di Apotek Cardinal efektif dalam meningkatkan disiplin kerja, menjaga kualitas pelayanan melalui kepatuhan terhadap SOP, dan mendukung pengembangan profesional karyawan. Pendekatan-pendekatan ini didukung oleh teori-teori manajemen dan penelitian terdahulu yang menunjukkan pentingnya investasi dalam pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas layanan.
Copyrights © 2024