Jurnal Fatwa Hukum
Vol 8, No 1 (2025): E-Jurnal Fatwa Hukum

TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP PENGULANGAN KEJAHATAN PENCURIAN OLEH WANITA DI WILAYAH KOTA PONTIANAK

NIM. A1012211031, DIAJENG TARISA ANANDA VIRGINIA (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Mar 2025

Abstract

AbstractThe repetition of theft crimes by women is a phenomenon that is rarely discussed but draws attention as it contradicts social stereotypes about the roles and characteristics of women. These cases demonstrate significant patterns related to factors driving recidivism, including economic pressure, weak rehabilitation programs, and the influence of social environments. This study employs an empirical or non-doctrinal legal approach, conducting a sociological analysis to understand the factors that lead women to repeat theft crimes in Pontianak City from a criminological perspective. The data used include primary data from interviews with offenders, investigators, and correctional institutions, as well as secondary data from legal documents and supporting theories. A qualitative approach was used to analyze the collected data. The study found that the primary factor driving women to repeat theft crimes is economic pressure, where offenders feel compelled to commit crimes to meet their basic needs. Additionally, the ineffectiveness of rehabilitation programs in correctional institutions significantly impacts the low level of social reintegration for offenders. The lack of social support after release also serves as a major trigger for recidivism. This study suggests the need to improve gender-based rehabilitation programs and strengthen social support systems for female ex-convicts to prevent repeat offenses and support their reintegration into society.Keywords: Criminological Perspective, Recidivism, Theft, Women, Pontianak City  AbstrakPengulangan kejahatan pencurian oleh wanita merupakan fenomena yang jarang dibahas namun menarik perhatian karena bertentangan dengan stereotip sosial mengenai peran dan karakteristik wanita. Kasus-kasus ini menunjukkan adanya pola yang signifikan terkait faktor-faktor yang mendorong terjadinya residivisme, termasuk tekanan ekonomi, lemahnya rehabilitasi, serta pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris atau non-doktrinal, dengan melakukan kajian sosiologis untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan wanita mengulangi kejahatan pencurian di Kota Pontianak dari sudut pandang kriminologi. Data yang digunakan meliputi data primer dari wawancara dengan pelaku, penyidik, dan lembaga pemasyarakatan, serta data sekunder berupa dokumen hukum dan teori pendukung. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong wanita melakukan pengulangan kejahatan pencurian adalah tekanan ekonomi, di mana pelaku merasa terpaksa melakukan tindak pidana untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Selain itu, lemahnya program rehabilitasi di lembaga pemasyarakatan turut memengaruhi rendahnya tingkat reintegrasi sosial pelaku ke dalam masyarakat. Kurangnya dukungan sosial setelah pembebasan juga menjadi pemicu utama residivisme. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan kualitas program rehabilitasi yang berbasis gender serta penguatan dukungan sosial bagi mantan narapidana wanita agar dapat mencegah pengulangan tindak pidana dan mendukung reintegrasi mereka ke dalam masyarakat.  Kata Kunci: Tinjauan Kriminologis, Pengulangan Kejahatan, Pencurian, Wanita, Kota Pontianak

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...