Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, menghadapi masalah kemiskinan ekstrem akibat keterbatasan akses ekonomi dan lapangan kerja. Mayoritas penduduk bergantung pada pertanian tradisional yang rentan terhadap perubahan iklim dan fluktuasi harga pasar. Pengembangan ekowisata dipilih sebagai solusi untuk meningkatkan ekonomi lokal secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat. Program ini bertujuan memberdayakan pemuda karang taruna dan pelaku usaha mikro melalui pelatihan manajerial, pemasaran digital, dan pengelolaan usaha berbasis ekowisata.Pengabdian dilakukan dengan pendekatan Outcome Mapping melibatkan 20 pemuda karang taruna dan 15 pelaku usaha mikro di Desa Candisari. Program ini terdiri dari sesi motivasi, pelatihan teknologi informasi, pembentukan kelompok usaha, dan pendampingan bisnis. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 90% peserta lebih termotivasi untuk berwirausaha setelah mengikuti sesi motivasi, serta 85% peserta merasa lebih percaya diri menggunakan teknologi informasi dalam usaha mereka. Dari sisi ekonomi, beberapa kelompok usaha berbasis digital mengalami peningkatan penjualan hingga 30% setelah promosi melalui media sosial, sementara kelompok usaha berbasis kerajinan tangan mampu meningkatkan kapasitas produksi dengan bantuan peralatan dari lembaga keuangan mikro. Selain itu, 75% kelompok usaha melaporkan peningkatan pendapatan setelah mendapatkan pendampingan bisnis. Tantangan seperti keterbatasan akses internet masih menjadi kendala, namun program ini berhasil meningkatkan keterampilan peserta dan diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Windusari.
Copyrights © 2025