Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi resiliensi mental remaja pada masa transisi melalui komunikasi intrapersonal atau intrapribadi. Masa transisi ini, yang mencakup usia 16-24 tahun, ditandai oleh tantangan besar baik dari segi biologis, psikologis, maupun emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap delapan informan berusia 18-24 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi intrapersonal memainkan peran penting dalam memahami resiliensi mental remaja. Faktor-faktor fungsional dan struktural mempengaruhi bagaimana remaja memaknai dan merespon tantangan hidup.
Copyrights © 2024