Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

RESILIENSI MENTAL REMAJA MELALUI KOMUNIKASI INTRAPRIBADI Taufiki, Reza Rizkina; Karamani, Dinar Dina; Suhadi, Mahardiansyah
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jdigital.v6i2.2036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi resiliensi mental remaja pada masa transisi melalui komunikasi intrapersonal atau intrapribadi. Masa transisi ini, yang mencakup usia 16-24 tahun, ditandai oleh tantangan besar baik dari segi biologis, psikologis, maupun emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap delapan informan berusia 18-24 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi intrapersonal memainkan peran penting dalam memahami resiliensi mental remaja. Faktor-faktor fungsional dan struktural mempengaruhi bagaimana remaja memaknai dan merespon tantangan hidup.
RESILIENSI MENTAL REMAJA MELALUI KOMUNIKASI INTRAPRIBADI: (Studi Fenomenologi Resiliensi Mental Pada Remaja di Masa Transisi) Taufiki, Reza Rizkina; Karamani, Dinar Dina; Suhadi, Mahardiansyah
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jdigital.v6i2.2036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi resiliensi mental remaja pada masa transisi melalui komunikasi intrapersonal atau intrapribadi. Masa transisi ini, yang mencakup usia 16-24 tahun, ditandai oleh tantangan besar baik dari segi biologis, psikologis, maupun emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap delapan informan berusia 18-24 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi intrapersonal memainkan peran penting dalam memahami resiliensi mental remaja. Faktor-faktor fungsional dan struktural mempengaruhi bagaimana remaja memaknai dan merespon tantangan hidup.
STRATEGI MANAJEMEN PRODUKSI DALAM KARYA FILM DOKUMENTER GARIS PELAKON - KEMENPAREKRAF Suhadi, Mahardiansyah; Dahar, Deri Hanafy
Jurnal Sains Manajemen Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Sains Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsm.v6i1.1590

Abstract

Film “GARIS PELAKON” adalah sebuah film pendek dengan penyajian dokumenter, yang memaparkan tentang keresahan regenerasi dalam pageleran seni pertunjukan wayang golek dari keluarga Sunarya dengan para keturunan penerusnya, keresahan bukan dari para pelaku industrif kreatif seni pagelaran wayang, tetapi regenerasi dari penikmat seni pagelaran wayang goleknya. Sudut pandang penelitian ini ditinjau dalam aspek strategi di balik layar manajemen produksi pada saat produksi film ini di produksi. Manajemen produksi yang dimaksud dalam proses syuting ini di bawah tanggung jawab produser syuting yang memegang seluruh kendali suatu proses syuting dari pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi. Proses manajemen produksi dalam film ini dimulai dari tahap pra-produksi sebagai tahap pertama perencanaan awal, produksi sebagaai tahap pelaksanaan shooting dan pasca-produksi, dimana tahap editing dilakukan.
MANAJEMEN KOMUNIKASI PRODUSER DALAM SISTEM PRODUKSI FILM DOKUMENTER “DAMASTEEL” KEMENDIKBUD Suhadi, Mahardiansyah; Hanafy , Deri
Jurnal Sains Manajemen Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Sains Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsm.v6i2.1834

Abstract

Film “DAMASTEEL” adalah sebuah film pendek dengan penyajian dokumenter, yang memaparkan tentang para pandai besi tradisional senjata golok dari Manonjaya, Kota Tasikmalaya. Film ini mengedepankan tentang sebuah keresahan para pandai besi pinggiran Kota Tasikmalaya yang mulai terlupakan oleh perkembangan zaman dan pesatnya kemajuan teknologi, tentang bagaiman suatu proses karya seni dibuat dari lempengan besi tua hingga menjadi karya seni senjata golok yang memiliki nila estetika tersendiri bagi penikmatnya. Penelitian ini di adaptasi dari peran dan kepemimpinan produser dalam sistem suatu produksi film dokumenter, yang membahas perihal proses dalam setiap tahapan proses syuting mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pasca produksi, manajemen komunikasi dalam kepemimpinan menjadi fokus utama dalam penelitian ini, bagaimana peranan kepemimpinan dalam mengatur setiap proses syuting yang berlangsung pada produksi film ini, peran produser dalam memimpin suatu sistem yang tetap harus menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam suatu karya film sehingga dapat disajikan bagi khalayak luas dengan tetap mengedepankan pola komunikasi kepemimpinan.
makna simbolik beluk dalam tradisi masyarakat sunda: pemaknaan dari simbolik tradisi 'beluk' dalam masyarakat sunda Suhadi, Mahardiansyah; Permana, Renaldi; Permana, Satria Yuda
INTELEKTUAL ( E-Journal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi ) Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Intelektual: Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/intelektual.v12i2.1567

Abstract

Beluk is a traditional form of vocal art that thrives within the cultural life of the Sundanese people, particularly in the Priangan region of West Java, Indonesia. As an oral performance art, beluk functions not only as entertainment but also as a medium that conveys symbolic meanings reflecting the worldview, value systems, and social structure of Sundanese society. This study aims to explore the symbolic meanings embedded in the practice of beluk, including its performance elements, lyrics, vocal intonation, and the socio-cultural contexts in which it is performed. Using a qualitative approach and grounded in the theory of symbolic interactionism, this research examines how symbols within beluk are interpreted by the community, and how these meanings are constructed, maintained, and transmitted through social interaction. The findings reveal that beluk contains cultural symbols that represent values of harmony with nature, moral integrity, spirituality, and reverence for ancestors. These symbols are internalized through oral cultural transmission and play a crucial role in preserving the cultural identity of the Sundanese people. Thus, beluk serves not merely as an artistic expression, but also as a communicative vehicle for cultural values that strengthens social cohesion and the continuity of tradition within Sundanese society.