Jurnal Sipakatau
Volume 2 Issue 2 February 2025: Jurnal Sipakatau

Improving Financial Literacy through Financial Management Training for Housewives Community: Peningkatan Literasi Keuangan Melalui Pelatihan Manajemen Keuangan Pada Komunitas Ibu Rumah Tangga

Abdu Khalik (Unknown)
Mukhtar Hamzah (Unknown)
La Ode Amijaya Kamaluddin (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Feb 2025

Abstract

A low level of financial literacy among housewives can lead to family economic instability. Many housewives do not understand the importance of financial recording, budgeting, saving strategies, and wise debt management. This service aims to improve the financial literacy of housewives in the Makassar Women's Community through participatory-based training and mentoring. The methods used include community needs identification, practice-based training, and post-training mentoring for three months. The evaluation results showed a significant improvement in several financial aspects. Before the training, only 25% of participants routinely recorded finances, while after the training it increased to 80%. The ability to prepare a household budget also increased from 30% to 85%. In addition, awareness of saving and simple investment increased from 40% to 75%, while consumptive debt use decreased with an increase in awareness of managing debt from 20% to 70%. Participation in financial discussion communities also increased from 15% to 65%, indicating a change in mindset in family financial management. With these positive results, it is expected that housewives can apply the skills they have learned in a sustainable manner and share their knowledge with other community members. Program sustainability through financial discussion groups is key to maintaining the impact of this training. Overall, this service proves that an approach based on applicative training and mentoring can significantly improve financial literacy and family welfare. ABSTRAK Tingkat literasi keuangan yang rendah pada ibu rumah tangga dapat berdampak pada ketidakstabilan ekonomi keluarga. Banyak ibu rumah tangga yang belum memahami pentingnya pencatatan keuangan, penyusunan anggaran, strategi menabung, serta pengelolaan utang yang bijak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan ibu rumah tangga di Komunitas Perempuan Makassar melalui pelatihan dan pendampingan berbasis partisipatif. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan komunitas, pelatihan berbasis praktik, serta pendampingan pasca-pelatihan selama tiga bulan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam beberapa aspek keuangan. Sebelum pelatihan, hanya 25% peserta yang rutin mencatat keuangan, sedangkan setelah pelatihan meningkat menjadi 80%. Kemampuan menyusun anggaran rumah tangga juga meningkat dari 30% menjadi 85%. Selain itu, kesadaran menabung dan berinvestasi sederhana meningkat dari 40% menjadi 75%, sementara penggunaan utang konsumtif menurun dengan peningkatan kesadaran mengelola utang dari 20% menjadi 70%. Partisipasi dalam komunitas diskusi keuangan pun meningkat dari 15% menjadi 65%, menandakan adanya perubahan pola pikir dalam pengelolaan keuangan keluarga. Dengan hasil yang positif ini, diharapkan ibu rumah tangga dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajari secara berkelanjutan serta berbagi ilmu dengan anggota komunitas lainnya. Keberlanjutan program melalui kelompok diskusi keuangan menjadi kunci agar dampak pelatihan ini tetap terjaga. Secara keseluruhan, pengabdian ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis pelatihan aplikatif dan pendampingan dapat meningkatkan literasi keuangan

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

Sipakatau

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Engineering Social Sciences

Description

The journal publishes research articles on various educational innovations of interest and impact on educational development. The journal publishes articles with interdisciplinary content and cross-cutting dimensions relating to education from various cultural perspectives. The journal covers, but ...