Mesin pompa air digunakan untuk menghasilkan air bertekanan dalam proses produksi di PT. BIN dengan tekanan standar 0,45 MPa sampai 0,5 MPa. Rata-rata digunakan 3 dari 6 mesin pompa untuk menghasilkan tekanan tersebut. Untuk memastikan tekanan air sesuai dengan standar, dilakukan monitoring dan pencatatan secara manual setiap satu jam sekali. Pada saat melakukan monitoring tekanan air, operator harus berjalan ±75m dari office power house sehingga mengakibatkan lamanya proses. Kemudian, ketika terjadi penurunan tekanan di bawah 0,45 MPa, operator harus menyalakan mesin cadangan secara manual. Oleh karena itu, akan dilakukan rancang bangun sistem monitoring tekanan air untuk mempermudah operator dalam melakukan monitoring dan pencatatan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sensor pressure transducer untuk mengukur tekanan air dan sensor water flow untuk mengukur debit air. Data dari kedua sensor tersebut akan diproses menggunakan microcontroller Arduino Nano, yang kemudian akan dikirim ke NodeMCU ESP8266 untuk diintegrasikan dengan platform Blynk untuk melakukan monitoring, dan Firebase sebagai tempat transit data yang nantinya data tersebut akan disimpan dalam Google Spreadsheets. Hasil menunjukkan akurasi pembacaan sensor pressure transducer sebesar 99,27% dan sensor water flow YF-S201 sebesar 97,31%
Copyrights © 2024