Masyarakat perkotaan dan pedesaan sebesar 85,9 % belum memiliki pengetahuan yang tepat mengenai obat-obatan. Hal ini menyebabkan masalah terkait penggunaan obat salah satunya antibiotik, yang akan menyebabkan resistensi antibiotik. Resistensi merupakan ancaman terbesar yang dihadapi dunia, menyebabkan kematian yang lebih besar daripada kanker. Asia Tenggara angka tertinggi dalam kasus tersebut di dunia. Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan DAGUSIBU dengan pemahaman penggunaan antibiotik pada masyarakat di Kecamatan Denpasar Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross sectional. pengambilan sampel menggunakan metode (Non-Probability Sampling) dengan teknik purposive sampling, responden sebanyak 400 orang, dengan rentang usia 17-64 tahun. Instrumen yang digunakan kuesioner pengetahuan dan pemahaman yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang diperoleh dianalisis dengan SPSS dengan metode rank spearman. Tingkat pengetahuan tergolong tinggi 64%, rendah 35,8%. Pemahaman penggunaan antibiotik tergolong paham 52,3% dan tidak paham 47,8% . Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,582 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p<0,05),artinya terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai koefisien korelasi cukup kuat. Adanya hubungan yang cukup kuat dan positif atau searah antara tingkat pengetahuan DAGUSIBU dengan pemahaman penggunaan antibiotik pada masyarakat di Kecamatan Denpasar Utara
Copyrights © 2025