Program keluarga berencana mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas penduduk, yaitu menangani pertambahan jumlah penduduk. Menurut WHO program keluarga berencana dapat mengantisipasi dan menentukan jumlah anak yang diinginkan setiap pasangan serta dapat memperkirakan jarak kelahiran. Metode kontrasepsi yang digunakan di Indonesia adalah MKJP dan Non MKJP. Alat kontrasepsi AKDR sendiri mengalami penurunan dari tahun 2021 ada 8,5 % menjadi 8,3% di tahun 2022. Tahun 2023 di Puskesmas Rainis tidak ada akseptor yang menggunakan AKDR. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor pendidikan dan pengetahuan terhadap rendahnya minat ibu untuk menggunakan AKDR di Puskesmas Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini WUS sebanyak 953 orang, dengan teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling yaitu sebanyak 90 orang. Dengan teknik analisis data Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendidikan dan pengetahuan tidak mempengaruhi rendahnya minat ibu untuk menggunakan AKDR.
Copyrights © 2025