Perubahan alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab banjir di kota jember, terutama yang terjadi pada saluran pembuangan karangwaru II yang semula merupakan saluran yang berfungsi mengalirkan irigasi sawah berubah fungsi menjadi saluran pembuangan karena perubahan fungsi lahan yang semula persawahan menjadi Gedung dan perumahan. Dalam hal ini diperlukan Kajian analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Penelitian ini membandingkan analisis hidrologi metode rasional dengan aplikasi HEC HMS. Hasil perhitungan debit menggunakan metode rasional 13,372 m3/detik dan menggunakan aplikasi HEC HMS 12,6 m3/detik. Analisis hidraulika menghitung menggunakan metode manual dengan bantuan aplikasi HEC RAS untuk mensimulasikan debit yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan penampang yang berbentuk persegi dengan dimensi l: 3,4 m dan t: 2,5 m aman untuk mengalirkan debit puncak, sedangkan dua penampang lainnya yang berbentuk trapesium dengan dimensi b: 1,5 m dan t : 2 m ; b: 1,5 m dan t: 1,6 m meluap.
Copyrights © 2025