Tulisan ini mengelaborasi konsepsi tentang pribadi dengan disabilitas psikososial dari lanskap filosofis dan teologis yang mempersoalkan akseptasi, aksesibilitas, dan normalitas. Bagi orang dengan disabilitas psikososial, kondisi mereka distigmatisasi sebagai “orang gila” dan segera dikaitkan dengan gangguan roh jahat atau keterbelakangan mental secara neurologis. Dengan mempertimbangkan hal itu, tulisan ini menawarkan pertimbangan dan pendekatan hermeneutis Paul Ricoeur mengenai idem dan ipse identity yang dikaitan dengan disabilitas psikososial untuk menggagas edukasi dan advokasi bagi masyarakat dengan memunculkan identitas yang merasa bertanggung jawab dan bersimpati. Edukasi dan advokasi memberikan gagasan untuk menentang diskriminasi dan perasaan paranoid terhadap pribadi dengan disabilitas psikososial dengan landasan pikir memanusiakan manusia yang serupa dengan Gambar Allah dengan kasih dan menyahabati realitas yang tak terlihat, sehingga membuat identitas diri semakin relevan. Sehingga, melalui edukasi dan advokasi diberikan sebuah atensi dan akomodasi bagi pribadi bahkan komunitas dengan disabilitas psikososial.
Copyrights © 2024