Pengawasan dan evaluasi terhadap lembaga pendidikan harus mencakup semua dimensi pendidikan, baik itu aspek proses pembelajaran maupun hasil yang dicapai. Penelitian ini mengkaji kesiapan dan kebutuhan madrasah ibtidaiyah di Banjarmasin dalam melaksanakan proses akreditasi yang sesuai dengan delapan standar nasional pendidikan. Studi ini menawarkan strategi praktis bagi madrasah untuk meningkatkan kesiapan akreditasi melalui pendekatan berbasis pendanaan lokal dan pelatihan guru. Menggunakan metode penelitian deskriptif-eksploratif dan purposive sampling, data dikumpulkan dari enam madrasah ibtidaiyah Kota Banjarmasin melalui angket, wawancara, serta dokumentasi. Penelitian ini menemukan tingkat kesiapan madrasah secara keseluruhan mencapai 86,96%. Standar pembiayaan dan standar penilaian menunjukkan kesiapan tertinggi dengan masing-masing persentase 83,33%. Namun, terdapat tantangan signifikan pada standar sarana dan prasarana, di mana 50% responden menyatakan ketidaksiapan terkait luas lahan, fasilitas laboratorium, dan ruang perpustakaan. Selain itu, 16,67% responden menyatakan ketidaksepadanan latar belakang pendidikan guru dengan mata pelajaran yang disampaikan, dan hanya 33,33% yang sepenuhnya siap dalam penerapan model pembelajaran berbasi masalah, pembelajaran berbasis projek (PjBL), dan pembelajaran kontekstual. Madrasah hendaknya menetapkan tindakan strategis, seperti pengalokasian dana, peningkatan fasilitas, dan pelatihan tenaga pendidik, untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta mendukung keberhasilan akreditasi madrasah.
Copyrights © 2025