Pendidikan Islam di era pascamodern mengalami tantangan besar akibat dikotomi antara ilmu agama dan ilmu dunia. Fazlur Rahman, seorang pemikir Islam modern, menawarkan konsep gerakan ganda sebagai pendekatan interpretatif untuk memahami Alquran secara kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk menganalisis pemikiran pendidikan Islam Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rahman menekankan pentingnya integrasi ilmu agama dan sains dalam sistem pendidikan Islam, serta perlunya reinterpretasi ajaran Islam agar relevan dengan perkembangan zaman. Ia juga mengusulkan reformasi pendidikan yang lebih progresif dengan tekanan pemikiran kritis dan metodologi historis dalam memahami teks keagamaan. Dengan demikian, pemikiran Fazlur Rahman memberikan kontribusi signifikan dalam merancang sistem pendidikan Islam yang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan global.
Copyrights © 2024