PUJANGGA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2017

INTERJEKSI DALAM BAHASA INDONESIA: ANALISIS PRAGMATIK

Bambang Widiatmoko (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam “45”)
Waslam Waslam (Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul)



Article Info

Publish Date
06 Dec 2017

Abstract

 ABSTRAK Dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa interjeksi atau kata seru adalah kata tugas yang mengungkapkan rasa hati pembicara. Berbeda dengan  kelas kata lain (yaitu verba, ajektiva, adverbial, dan nomina), kata tugas hanya memiliki makna gramatikal dan tidak memiliki arti leksikal. Dalam penelitian ini penulis membahas interjeksi dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan analisis pragmatik. Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan menjelaskan faktor utama pembentuk interjeksi dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor untama pembentuk interjeksi dalam bahasa Indonesia adalah faktor makna kata/makna satuan bahasa dan situasi bicara.  Kata Kunci: interjeksi,  kata tugas, arti gramatikal, arti leksikal,  pragmatik, makna kata,             situasi bicara.   ABSTRACT  In the Bahasa Indonesia standard book, i.e. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia it is explained that interjections is a task word that expresses the speaker’s heart. Unlike other word classes (i.e. verbs, ajectives, adverbials, and nouns), the interjection has only  grammatical meaning and has no lexical meaning. In this study, the author discusses interjection in the Bahasa Indonesia by using pragmatic analysis. The objective  of the study was to find and explain the main factors of the  interjection forming in Bahasa Indonesia. The results  showed that the main factor  forming interjection in Bahasa Indonesia is the meaning of the word (or the unit of language) and speech situation.   Key Words: interjection, task word,  grammatical meaning,  lexical meaning,  pragmatic                analysis, word meaning speech situation. 

Copyrights © 2017