Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Novel Katarsis Karya Anastasia Aemilia Terhadap Psikologis Pembaca Lestari, Nabila Setio; Wibowo, Wahyu; Waslam, Waslam
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v12i1.42975

Abstract

Karya sastra mempunyai arti sebuah hasil dari pemikiran atau ide yang dituangkan oleh seseorang melalui tahapan pembuatan karya. Novel merupakan bentuk hasil karya yang termasuk ke dalam prosa fiksi. Tujuan penelitian ini ialah (1) mengetahui pengaruh novel Katarsis terhadap psikologis pembaca usia 20 sampai 31 tahun, (2) mengetahui cara novel Katarsis memengaruhi psikologis pembaca, (3) mengetahui dampak yang ditimbulkan setelah membaca novel Katarsis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 20 orang pembaca novel Katarsis berusia 20 sampai 31 tahun. Pengaruh novel Katarsis terhadap psikologis pembaca adalah cemas berlebihan. Mayoritas pembaca memilih tingkah laku tokoh sebagai cara novel Katarsis memengaruhi psikologis pembaca. Sebanyak 80% pembaca memilih tidak ada dampak yang ditimbulkan setelah membaca novel Katarsis. Sebanyak 5% pembaca memilih dampak yang ditimbulkan ialah rasa ingin melukai diri sendiri (self injury), dan  sebanyak 5% pembaca memilih dampak yang ditimbulkan ialah ingatan atau perasaan untuk membalas dendam. 
INTERJEKSI DALAM BAHASA INDONESIA: ANALISIS PRAGMATIK Bambang Widiatmoko; Waslam Waslam
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4243.944 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v3i1.330

Abstract

 ABSTRAK Dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa interjeksi atau kata seru adalah kata tugas yang mengungkapkan rasa hati pembicara. Berbeda dengan  kelas kata lain (yaitu verba, ajektiva, adverbial, dan nomina), kata tugas hanya memiliki makna gramatikal dan tidak memiliki arti leksikal. Dalam penelitian ini penulis membahas interjeksi dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan analisis pragmatik. Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan menjelaskan faktor utama pembentuk interjeksi dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor untama pembentuk interjeksi dalam bahasa Indonesia adalah faktor makna kata/makna satuan bahasa dan situasi bicara.  Kata Kunci: interjeksi,  kata tugas, arti gramatikal, arti leksikal,  pragmatik, makna kata,             situasi bicara.   ABSTRACT  In the Bahasa Indonesia standard book, i.e. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia it is explained that interjections is a task word that expresses the speaker’s heart. Unlike other word classes (i.e. verbs, ajectives, adverbials, and nouns), the interjection has only  grammatical meaning and has no lexical meaning. In this study, the author discusses interjection in the Bahasa Indonesia by using pragmatic analysis. The objective  of the study was to find and explain the main factors of the  interjection forming in Bahasa Indonesia. The results  showed that the main factor  forming interjection in Bahasa Indonesia is the meaning of the word (or the unit of language) and speech situation.   Key Words: interjection, task word,  grammatical meaning,  lexical meaning,  pragmatic                analysis, word meaning speech situation. 
Pengenalan Konsep “Value Co-Creation” pada Anggota Posyandu Kenanga RW 19 Kelurahan Abadijaya Depok Nisa, Puspita Chairun; Tamzil, Fachmi; Mauludi, Andri; Pamungkas, Ario; Angela, Nofia; Mahadewi, Erlina Puspitaloka; Waslam, Waslam; Hafidz, Gilang Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 05 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i05.7964

Abstract

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan bersama masyarakat. Dalam upaya meningka tkan kualitas pelayanan Posyandu, konsep "value co-creation" dapat menjadi pendekatan yang prospektif. Value co-creation adalah proses di mana pelanggan dan penyedia layanan secara bersama-sama menciptakan nilai melalui interaksi dan kolaborasi.Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan konsep "value co-creation" kepada anggota Posyandu Kenanga RW 19 Kelurahan Abadijaya Depok. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan diskusi interaktif dengan anggota Posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti kegiatan, anggota Posyandu memahami konsep value co-creation dan termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan Posyandu. Hal ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.
Metode Task-Based, Communicative, dan ICT dalam Pembelajaran Bahasa Arab Sugino, Sugino; Rohana, Rohana; Waslam, Waslam; Iis, Susiawati
INCARE, International Journal of Educational Resources Vol. 6 No. 3 (2025): October 2025
Publisher : FKDP (Forum Komunikasi Dosen Peneliti)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/incare.v6i3.1293

Abstract

Arabic language learning has undergone substantial transformation due to shifts in pedagogical paradigms and the rapid advancement of digital technology. These changes highlight the need for instructional models that integrate communicative competence, authentic task performance, and the strategic use of technological tools. This study aims to analyze the concepts and implementations of Task-Based Language Teaching (TBLT), Communicative Language Teaching (CLT), and Information and Communication Technology (ICT) in contemporary Arabic language learning, as well as to examine the potential synergy among these three approaches as an integrative instructional model. Employing a literature review design, this study collected data from peer-reviewed journal articles, academic books, and verified research reports published between 2014 and 2025. Data were analyzed through reduction, thematic categorization, and narrative synthesis. The findings reveal that TBLT promotes meaningful language use through authentic tasks, CLT enhances communicative competence through natural interaction, and ICT enriches learning experiences by providing flexible access to digital resources. The synthesis further indicates that integrating these approaches offers a more effective and adaptive model for Arabic language instruction, aligned with the needs of digital-age learners. This study contributes theoretically to applied linguistics and provides practical implications for teachers and curriculum developers seeking innovative and relevant approaches to Arabic language education.