Hubungan antara Resiliensi dan Stigma keluarga sangat penting terhadap kekambuhan pasien skizofrenia karena penderita skizofrenia sering kali mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, yang diartikan sebagai kemampuan untuk membentuk hubungan kooperatif dan saling bergantung dengan orang lain.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan stigma keluarga terhadap kekambuhan pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit jiwa Daerah dr.Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga orang dengan gangguan jiwa yang tercatat dan terdaftar berkunjung di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah dr.Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 58 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini didapatkan nilai p-value= 0,028, pada variabel resiliensi, dan untuk nilai p-value = 0,001, pada variabel stigma. Disimpulkan ada hubungan resiliensi dan stigma keluarga terhadap kekambuhan pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah dr.Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024.Saran dari penelitian ini adalah diharapkan hasil penelitian ini digunakan sebagai literatur dan acuan untuk meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya stigma keluarga dan resiliensi terhadap kekambuhan pasien skizofrenia.
Copyrights © 2025