Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelainan koagulasi pada seorang anak perempuan berusia 7 tahun setelah infeksi Chikungunya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pengumpulan data melalui rekam medis pasien, termasuk riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium, diagnosis banding, serta tindakan medis yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami perdarahan gingiva yang berkepanjangan disertai dengan trombositosis dan waktu protrombin parsial teraktivasi (aPTT) yang memanjang. Diagnosis banding awal mempertimbangkan kemungkinan Penyakit Von Willebrand, namun hipersegmentasi neutrofil yang terdeteksi mengindikasikan kemungkinan defisiensi vitamin B12 atau folat yang turut berkontribusi terhadap kecenderungan perdarahan. Perawatan awal diberikan dalam bentuk asam traneksamat, tetapi pasien tidak menghadiri janji temu tindak lanjut untuk evaluasi lebih lanjut. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti bahwa infeksi Chikungunya dapat menyebabkan gangguan koagulasi berkepanjangan, yang berpotensi meningkatkan risiko perdarahan atau trombosis. Oleh karena itu, pemantauan koagulasi pada pasien pediatrik yang mengalami infeksi Chikungunya sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Copyrights © 2025