Budaya keselamatan adalah elemen mendasar dalam meningkatkan atau mempertahankan kualitas dalam pelayanan kesehatan. Salah satu cara efektif mengurangi kejadian keselamatan pasien, perlu menggunakan pendekatan yang berfokus pada kegagalan dalam sistem di mana tenaga kesehatan memberikan pelayanannya. Kesalahan klinis dilaporkan sebagai penyebab kematian tertinggi ketiga di negara berkembang, dengan laporan yang menunjukkan bahwa 80% dari kesalahan klinis tersebut sebenarnya dapat dicegah. Berbagi pengetahuan adalah bidang penelitian yang relatif baru. Metode yang mencakup proses dan strategi, yang dapat mengarah pada pemanfaatan temuan penelitian dan peningkatan hasil untuk keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan berbagi pengetahuan terhadap budaya keselamatan pasien pada perawat.Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 80 responden yang dipilih secara cluster sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan kuesioner. Data penelitian kemudian dianalisis dengan uji regresi linier dengan tingkat signifikansi p <0,05.Hasil penelitian menemukan nilai signifikansi berbagi pengetahuan pada budaya keselamatan pasien adalah p = 0,00. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan antara berbagi pengetahuan pada keselamatan pasien dengan persentase peluang untuk mempengaruhi sebesar 40%.Ada hubungan yang sangat kuat antara berbagi pengetahuan dengan budaya keselamatan pasien. Penyedia layanan kesehatan, terutama rumah sakit, diharapkan dapat menerapkan dan membentuk budaya berbagi pengetahuan sebagai program rutin dan terdokumentasi dengan baik untuk meningkatkan kualitas layanan keperawatan.Kata Kunci: Berbagi Pengetahuan, Keselamatan Pasien, Kualitas Layanan KeperawatanDOI: 10.5281/zenodo.4724260
Copyrights © 2020