Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 menunjukkan prevalensi stunting pada anak balita Indonesia tahun 2019 sebesar 27,67%. Data yang diperoleh dari Puskesmas Tarus stunting mencapai 22,8% pada tahun 2021 dan untuk Desa penfui Timur terdapat 50 orang bayi/balita yang mengalami Stunting. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman orang tua, terutama pasangan suami istri yang baru memasuki lembaga perkawinan, mengenai stunting. Tujuan pengabmas memberikan refresing kepada kader dan orang tua tentang status gizi bayi balita dan cara pengolahan bahan pangan lokal. Metode: berupa penyuluhan, Pembentukkan kelompok dan pelatihan pengolahan bahan makanan. Mitra kader berjumlah 20 orang dan di evaluasi dengan post tes yang menunjukkan bahwa 12 responden ( %) berpengetahuan cukup, setelah mendapatkan materi dan diberikan keterampilan melatih terdapat peningkatan pengetahuan repsonden menjadi pengetahuan baik berjumlah 17 orang ( %).
Copyrights © 2022