Proses seleksi tenaga honorer yang selama ini dilakukan secara manual dinilai kurang efektif dan berpotensi menimbulkan subjektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem yang dapat membantu pengambilan keputusan secara lebih objektif, efisien, dan transparan. Metode SAW dipilih karena kemampuannya dalam mengelola multi-kriteria penilaian dengan pemberian bobot pada setiap kriteria. Sistem ini mengolah data calon tenaga honorer berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, seperti pendidikan, pengalaman kerja, usia, dan keterampilan, untuk menghasilkan peringkat calon yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem ini dapat meningkatkan efektivitas dan akurasi dalam proses seleksi tenaga honorer di Suku Badan Pendapatan Daerah Kota Administrasi Jakarta Timur.Kata Kunci: Sistem Pendukung Keputusan, Calon Tenaga Honorer, SAW (Simple Additive Weighting)
Copyrights © 2025