Perubahan demografi tenaga kerja wanita sering menimbulkan konflik peran ganda, terutama bagi wanita yang bekerja dan harus memenuhi peran sebagai ibu dan istri. Tuntutan pekerjaan, seperti beban kerja yang berlebihan dan tenggat waktu yang ketat, juga memicu stres kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik peran ganda, stres kerja, dan pengaruh keduanya terhadap kinerja pegawai wanita di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat. Dengan metode survei kuantitatif, data dari 60 pegawai wanita dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan konflik peran ganda tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja, namun stres kerja berpengaruh signifikan. Secara simultan, kedua variabel ini berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dengan Adjusted R Square 41,2%, menunjukkan bahwa 41,2% variabilitas kinerja dijelaskan oleh konflik peran ganda dan stres kerja.
Copyrights © 2024