Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari dan menganalisis pengaruh penambahan puree umbi garut sebanyak 10%, 20%, dan 30% pada pembuatan mochi terhadap kualitas fisik dan daya terima untuk aspek warna, rasa kulit, aroma, tekstur, kelengketan di gigi dan kehalusan permukaan luar. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pastry & Bakery Universitas Negeri Jakarta dengan menggunakan metode eksperimen. Berdasarkan hasil uji hipotesis statistik yang menggunakan uji Friedman menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata perlakuan penambahan puree umbi garut dalam pembuatan mochi pada aspek tekstur, serta tidak terdapat pengaruh nyata pada aspek warna, rasa kulit, aroma, kelengketan di gigi dan kehalusan permukaan luar. Hasil uji Tuckey menunjukkan bahwa mochi penambahan puree umbi garut perlakuan sebanyak 30% adalah yang paling disukai oleh panelis. Berdasarkan hasil uji hipotesis statistik uji kualitas fisik dengan menggunakan uji Anova menunjukkan bahwa aspek kekenyalan (springiness) tidak terdapat pengaruh nyata pada perlakuan mochi penambahan puree umbi garut sebanyak 10%, 20% dan 30%. Pada aspek kekenyalan (springiness) menghasilkan mochi penambahan puree umbi garut perlakuan 30% dengan tingkat kekenyalan tertinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mochi penambahan puree umbi garut perlakuan sebanyak 30% adalah yang paling disukai dan direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai produk modifikasi kue tradisional.
Copyrights © 2025