Latar Belakang: Triage adalah sistem yang digunakan untuk memilah pasien berdasarkan tingkat urgensi kebutuhan medis mereka. Tujuannya adalah untuk memberikan hasil yang optimal bagi pasien dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. Perawat sebagai garda terdepan di Unit Gawat Darurat (UGD) harus memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam pengambilan keputusan klinis agar dapat melakukan triage dengan tepat dan menghindari kesalahan dalam pemilahan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat dengan proses triage di Rumah Sakit Elim Rantepao. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi terdiri dari 42 perawat yang bertugas di UGD. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 25 dengan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (71,4%), sementara 12% memiliki pengetahuan kurang. Sebanyak 83,3% memiliki sikap baik, sedangkan 16,7% memiliki sikap kurang. Proses triage dilakukan oleh 85,7% perawat, sementara 14,7% tidak melakukannya. Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dengan proses triage (p = 0,257; p > 0,05). Kesimpulan: Penelitian ini merekomendasikan pelatihan triage bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mereka. Seminar dan pelatihan diharapkan dapat memperkuat kemampuan pengambilan keputusan klinis guna memastikan proses triage yang optimal.
Copyrights © 2025