Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi interaksi dinamis antara demokrasi dan pembangunan ekonomi melalui studi komparatif lintas negara. Dalam konteks global yang terus berubah, hubungan antara institusi politik dan pertumbuhan ekonomi semakin kompleks dan memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Dengan menggunakan metode Kualitatif Comparative Analysis (QCA), penelitian ini menganalisis berbagai negara demokratis, seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, serta negara-negara otoriter seperti China, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja ekonomi masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan institusi demokratis yang kuat, partisipasi masyarakat, dan perlindungan hak asasi manusia berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara demokratis. Sementara itu, di negara-negara otoriter, meskipun pertumbuhan ekonomi yang pesat sering kali dicapai melalui kontrol politik yang ketat, tantangan terkait ketimpangan sosial tetap menjadi masalah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang kontekstual dan nuansir mengenai hubungan antara demokrasi dan pembangunan ekonomi adalah kunci untuk mengembangkan kebijakan yang dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh dunia.
Copyrights © 2024