Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-esteem dan impostor syndrome pada 547 mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas X. Studi ini memperluas cakupan penelitian sebelumnya yang hanya berfokus pada mahasiswa kedokteran, sehingga mencakup partisipan yang lebih beragam. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara self-esteem dan impostor syndrome, di mana semakin tinggi self-esteem, semakin rendah impostor syndrome yang dialami mahasiswa. Temuan ini konsisten dengan penelitian El-Setouhy et al. (2024). Penelitian juga mengevaluasi pengaruh faktor demografis, seperti jenis kelamin, usia, semester, jurusan, dan IPK, menggunakan uji asumsi, uji hipotesis, dan uji beda variabel. Data tidak terdistribusi normal menunjukkan korelasi negatif yang signifikan, dengan perbedaan yang signifikan pada impostor syndrome berdasarkan jenis kelamin. Hasil ini mendukung temuan Clance dan Imes (1978) yang menyatakan adanya perbedaan impostor syndrome antara laki-laki dan perempuan.
Copyrights © 2024