Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Self-Esteem dengan Impostor Syndrome pada Mahasiswa Irene Irene; Zamralita Zamralita; Reza Fahlevi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-esteem dan impostor syndrome pada 547 mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas X. Studi ini memperluas cakupan penelitian sebelumnya yang hanya berfokus pada mahasiswa kedokteran, sehingga mencakup partisipan yang lebih beragam. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara self-esteem dan impostor syndrome, di mana semakin tinggi self-esteem, semakin rendah impostor syndrome yang dialami mahasiswa. Temuan ini konsisten dengan penelitian El-Setouhy et al. (2024). Penelitian juga mengevaluasi pengaruh faktor demografis, seperti jenis kelamin, usia, semester, jurusan, dan IPK, menggunakan uji asumsi, uji hipotesis, dan uji beda variabel. Data tidak terdistribusi normal menunjukkan korelasi negatif yang signifikan, dengan perbedaan yang signifikan pada impostor syndrome berdasarkan jenis kelamin. Hasil ini mendukung temuan Clance dan Imes (1978) yang menyatakan adanya perbedaan impostor syndrome antara laki-laki dan perempuan.
Hubungan antara Psychological Capital dengan Workplace Wellbeing pada Karyawan Generasi Z Nichole Aurelia; Debora Basaria; Reza Fahlevi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5762

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok yang hadir pada tahun 1997 sampai dengan 2012, generasi Z dikatakan bahwa mempunyai kepribadian yang tidak sama dengan generasi sebelumnya dan dijelaskan bahwa generasi ini lebih memprioritaskan keseimbangan antara kehidupan kerja dengan pribadi dan juga kepuasan kerja. Psychological Capital yang meliputi dimensi harapan, optimisme, resiliensi, dan efikasi diri, dianggap dalam meningkatkan kesejahteraan di tempat kerja atau Workplace Wellbeing. Data dikumpulkan melalui survei dari karyawan Generasi Z di berbagai perusahaan dengan menggunakan teknik convenience sampling dan 150 orang yang berpartisipasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara PsyCap dengan Workplace Wellbeing, yang mencakup kepuasan kerja, keseimbangan kerja-hidup, dan kesehatan mental dengan P-Value < 0.001. Analisis Spearman's rho menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.190. Manfaat dari penelitian ini dapat bermanfaat sebagai pengetahuan dalam lingkungan yang membantu kesejahteraan dengan Psychological Capital. Khususnya Generasi Z hasil penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya seperti efikasi diri, optimisme, harapan, dan resiliensi dalam menjaga kesejahteraan.