Studi ini membandingkan sistem pemilihan umum (pemilu) berbagai yang diterapkan di negara-negara Barat, dengan tujuan menganalisis model pemilu, keunggulan dan kelemahannya. Dengan fokus pada sistem mayoritarian, proporsional, dan campuran. Sistem mayoritarian yang diterapkan di Amerika dan Inggris memberikan stabilitas politik serta hubungan yang kuat antara pemilih dan wakilnya, namun berpotensi mengabaikan kepentingan kelompok minoritas. Di sisi lain, sistem proporsional yang diterapkan di Prancis menawarkan representasi yang lebih adil dan mencerminkan keragaman suara masyarakat, meskipun dapat menyebabkan fragmentasi politik dan koalisi yang rapuh. Sistem campuran, yang menggabungkan elemen-elemen dari kedua sistem tersebut, berusaha memadukan keunggulan masing-masing, namun menghadapi tantangan dalam penerapannya. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa tidak ada sistem yang sepenuhnya sempurna; pemilihan sistem elektoral yang paling sesuai sangat bergantung pada konteks sosial-politik dan kebutuhan spesifik masing-masing negara.
Copyrights © 2024