Berbicara soal fenomena kejahatan tidak akan pernah ada habisnya, maraknya kasus kejahatan dengan pola-pola kejahatan yang terus berkembang. Seiring dengan perkembangan zaman, kejahatan justru banyak terjadi dalam bentuk lain. Media massa adalah sumber informasi yang terdepan dalam memberitakan segala kejadian yang ada didalam negara maupun internasional. Masyarakat sangatlah membutuhkan media massa menjadi sumber informasi mereka dalam membantu kehidupan mereka masing masing, sudah sepantasnya media massa memberikan informasi yang akurat dan objektif. Akan tetapi entah karena sebuah kesalahan yang tidak disengaja ataupun disengaja, banyak media massa yang malah memberikan informasi dengan kurang akurat dan objektif, framing dalam media massa menonjolkan aspek tertentu dalam pemberitaannya. Dalam artikel ini akan menjelaskan Framing sendiri dapat diartikan sebagai pembelokan realita ke sudut pandang lain. Framing bisa dilakukan dalam media massa atau media sosial. Dalam artikel ini akan menjelaskan Framing pada salah satu kasus yang sempat menggemparkan negeri ini, kasus NF yang membunuh balita disawah besar. Diketahui status NF berubah dari terdakwa menjadi korban yang disebabkan pelecehan yg ia terima, akan tetapi media massa memberitakan informasi yang menonjolkan aspek tertentu dalam kasus tersebut. Sehingga masih terdapat informasi yang bersifat fakta, yang belum diungkap dalam media, sehingga inilah salah satu mengapa akhirnya tak jarang terdapat berbedaan makna.
Copyrights © 2024