Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kinerja karyawan dan keinginan berhenti bekerja. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematik yang menganalisis hasil penelitian sebelumnya terkait stres kerja, kepuasan kerja, dan turnover intention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja yang tinggi berdampak negatif terhadap kinerja karyawan, yang pada akhirnya meningkatkan keinginan untuk meninggalkan pekerjaan. Sebaliknya, kepuasan kerja yang tinggi dapat mengurangi keinginan berhenti bekerja dan meningkatkan produktivitas serta komitmen karyawan. Faktor-faktor seperti beban kerja, tekanan waktu, dan supervisi yang buruk menjadi penyebab utama stres kerja. Di sisi lain, elemen seperti gaji yang layak, promosi yang adil, dan lingkungan kerja yang mendukung berperan penting dalam meningkatkan kepuasan kerja. Upaya untuk mengurangi turnover intention melibatkan pemberian kompensasi yang layak, pengembangan karier, serta perbaikan dalam proses pengelolaan kinerja dan komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan stres kerja dan peningkatan kepuasan kerja adalah strategi penting untuk mempertahankan karyawan dan mengurangi tingkat turnover yang tinggi.
Copyrights © 2025