Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana kinerja individu anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dipengaruhi oleh factor kelelahan, keefektifan diri sendiri, motivasi intrinsic, innovative work behavior. Penelitian ini menggunakan data primer dari survei yang melibatkan 120 anggota IMM UMY. Data diuji menggunakan analisis regresi berganda menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout yang rendah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja individu, sementara self-efficacy yang tinggi meningkatkan keyakinan anggota dalam mencapai tujuan dan menghadapi tantangan. Selain itu, perilaku kerja inovatif yang ditunjukkan oleh anggota meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa organisasi IMM perlu mengelola burnout untuk menjaga semangat kerja anggota, serta fokus pada pengembangan self-efficacy dan motivasi intrinsik untuk meningkatkan kinerja. Selain itu, budaya inovasi harus ditumbuhkan untuk menciptakan solusi yang lebih efisien dan efektif dalam organisasi.
Copyrights © 2024