Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran vital dalam perekonomian lokal, termasuk di Kabupaten Cianjur yang berbasis agraris. Namun, keberlangsungan UMKM di wilayah ini menghadapi tantangan berat, terutama akibat bencana alam seperti gempa bumi. Studi ini bertujuan menganalisis sektor UMKM potensial di Cianjur berdasarkan Asset Turnover Ratio (ATR) sebagai indikator efisiensi penggunaan aset. Penelitian ini menggunakan metode survei kualitatif terhadap 114 pelaku UMKM dari berbagai sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor dengan ATR tinggi, seperti asesoris (9,0), bunga segar (8,0), makanan olahan (6,4), dan pakaian (5,9), tergolong potensial karena efisiensinya dalam menghasilkan pendapatan dengan aset minimal. Sebaliknya, sektor dengan ATR menengah seperti konveksi (4,6) dan bahan makanan (3,5) memerlukan upaya peningkatan efisiensi untuk mengoptimalkan potensi mereka. Sektor dengan ATR rendah, termasuk jasa (1,5) dan makanan siap saji (0,6), menunjukkan kelemahan signifikan dalam penggunaan aset dan membutuhkan strategi pengelolaan yang lebih baik untuk meningkatkan daya saing. Penelitian ini menegaskan pentingnya ATR sebagai alat analisis untuk mendukung pengambilan keputusan strategis dalam pengembangan UMKM.
Copyrights © 2024