Masjid Besar Kanjeng Sepuh Sidayu merupakan salah satu masjid kuno di Kabupaten Gresik yang dibangun pada tahun 1178 H atau bertepatan dengan tahun 1758 M. Pertama kali dibangun oleh Raden Kromowijoyo, seorang Bupati Pertama Sidayu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam hias dan makna simboliknya yang terdapat pada Mihrab Masjid Besar Kanjeng Sepuh Sidayu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ragam hias pada Mihrab Masjid Besar Kanjeng Sepuh Sidayu dipengaruhi oleh budaya Jawa, Hindu, dan Islam. Ragam hias pada Mihrab Masjid Besar Kanjeng Sepuh Sidayu mengambil unsur-unsur pra-Islam dan distilisasi sehingga sesuai dengan aturan-aturan dalam Agama Islam. Ragam hias dapat dikelompokkan menjadi beberapa motif: motif kebenan, lunglungan, dan hajar aswad. Selain berperan sebagai penghias, ragam hias pada Mihrab Masjid Besar Kanjeng Sepuh Sidayu memiliki makna simbolik di dalamnya. Makna tersebut ditujukan kepada kaum muslimin yang beribadah di dalam masjid.
Copyrights © 2024