Diperlukan metode deteksi formalin yang mudah dan akurat karena banyaknya kasus ditemukannya kandungan formalin dalam produk pangan olahan yang dijual dipasaran. Konsumsi bahan makanan yang mengandung formalin dalam jangka panjang, dapat merusak hati, ginjal, limpa, pankreas, otak, dan menyebabkan kanker. Salah satu cara pengidentifikasian formalin adalah menggunakan kemosensor yang telah dirancang secara khusus untuk mendeteksi formalin dengan berdasar interaksi antara analit dan molekul sensor. Senyawa turunan piridin memiliki orbital terkonjugasi yang dapat ditambahkan kromofor atau gugus fluorofor menyebabkan perubahan sinyal optik jika terjadi interaksi dengan substrat. Hasil studi menunjukkan bahwa tiga jenis senyawa turunan piridin yang telah diintesis dapat dijadikan sebagai kemosensor. Kemosensor 4-fenil-2,6-bis (4-aminofenil) piridin (ChP-0), 3,3'-(4-(2-amino-4,5-dimetoksifenil) piridin-2,6-diil) dianilin (ChP) dan 3'-(4-(3,4-dimetoksifenil) piridin-2,6-diil) dianilin (ChP-2A) menunjukkan tingkat pendeteksian yang cepat dan efisien untuk formalin. Senyawa ChP-0, ChP, dan ChP-2A dapat mendeteksi formalin dalam sampel dengan sistem deteksi berupa fluoresen dan/atau kolorimetri berwarna biru.
Copyrights © 2024