Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara pendidikan multikultural, postmodernisme, dan Civic Culture sebagai fondasi teoretis dalam konteks pendidikan modern. Pendidikan multikultural menekankan penghormatan terhadap keragaman budaya, sementara postmodernisme menghadirkan kritik terhadap narasi besar yang mendominasi pemikiran modern. Civic Culture dipahami sebagai budaya sosial yang mendukung interaksi harmonis antarindividu dan kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, mencakup analisis berbagai literatur akademik untuk memahami konsep-konsep ini secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multikulturalisme dan postmodernisme saling melengkapi dalam menciptakan paradigma inklusif di dunia pendidikan. Postmodernisme menekankan pluralitas dan dekonstruksi perspektif tunggal, sedangkan pendidikan multikultural menawarkan pendekatan untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam kurikulum. Sinergi kedua konsep ini menghasilkan peluang bagi pembangunan masyarakat inklusif yang menghargai keberagaman tanpa kehilangan identitas kolektif. Implementasi dalam Civic Culture mencakup pendidikan untuk toleransi, transformasi narasi publik, dan inklusivitas dalam pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kebijakan pendidikan berbasis nilai nilai pluralisme dan demokrasi
Copyrights © 2024